Monday, December 27, 2010

Contoh Bab Tujuh Disertasi : Implikasi Lanjut dan Kesimpulan

Dengan disertasi ini, penulis berusaha menunjukkan perlunya kamus kolokasi bilingual. Kolokasi adalah kombinasi kata berbasis penggunaan yang berulang, bukannya berbasis semantik. Walau begitu, “dimensi sintagma konvensional [kolokasi] muncul sepenuhnya hanya saat ia dipertimbangkan secara kontras, yaitu saat bahasa asli pembelajar [atau penterjemah] dan bahasa targetnya dipertimbangkan. Masalah realnya disebabkan oleh sintagma ini yang dikatakan non kongruen secara leksikal komparatif, atau dengan kata lain, dimana tidak ada ekuivalensi translasional langsung antara unsur-unsurnya yang berkaitan.” (Marton 1977: 40-41).
Karena kolokasi adalah kata kunci untuk kefasihan mirip asli dalam sebuah bahasa asing (Cop 1991: 2776), dan walaupun kolokasi yang salah atau tidak dapat diterima masih dapat dipahami oleh pembicara asli, ia dapat ditertawakan atau bahkan dianggap mengganggu.
Kesalahan kolokasi karenanya harus diminimalisasikan dalam translasi dan khususnya dalam penulisan lanjut. Inilah mengapa pembelajar dan penterjemah lanjut adalah kelompok pengguna utama sebuah kamus kolokasi.
Dalam bab 1 penulis telah menggariskan studi utama yang berfokus pada perlakuan leksikografis translasi kolokasi adjektif-noun dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Penulis menguji empat kamus Inggris-Indonesia komprehensif utama di pasaran dan menunjukkan kelemahan yang ada dalam leksikografi bilingual umum. Lebih lanjut, penulis menyorot pada fakta kalau saat ini sangat sedikit kamus kolokasi monolingual apalagi bilingual di pasaran.
Mulai dari awal penulis menyarankan seperti apa sebuah kamus kolokasi adjektif-noun bilingual seharusnya agar bermanfaat maksimum bagi pembelajar berbahasa asli bahasa Inggris yang mempelajari bahasa Indonesia atau penerjemah Inggris ke Indonesia.
Sebelum membahas kolokasi secara kontrastif, dalam bab 3, penulis menggariskan pendekatan-pendekatan utama dan penerapan konsep kolokasi di bab 2. Penulis mulai dengan tinjauan berbagai penafsiran seperti dilihat dari sudut sejarah dan membahas bidang penelitian utama dan penelitian yang sudah dilakukan oleh para praktisi dalam bidang studi kolokasi. Secara khusus, penulis membatasi pada linguistik corpus dan penyesuaiannya pada penelitian kolokasi, dan juga mensketsa kontribusi linguistik komputasional pada analisa kolokasi. Pada bagian 2.3, penulis menunjukkan dimana konsep kolokasi diletakkan dalam kerangka fraseologi utama kontemporer dan cabang linguistik lainnya.
Fokus bab 3 adalah pada kolokasi dalam sudut pandang interlingual, Inggris-Indonesia. Hasil dari kedua studi kasus lebih jauh memperkuat perlunya sebuah kamus kolokasi bilingual dan menyorot perlunya perlakuan leksikografis atau komputasional yang lebih baik, yaitu dalam penerjemahan mesin, pada kolokasi dalam penarikan informasi sains modern.
Dalam bagian pembuka bab 4, penulis membahas beberapa kamus kolokasi monolingual umum dan khusus bahasa Inggris, satu kamus bahasa Indonesia monolingual dengan komponen kolokasi yang signifikan dan beberapa kamus kolokasi bilingual, termasuk dua kamus dalam bidang Inggris-Indonesia. Penulis kemudian menggariskan prinsip-prinsip leksikografi bilingual dan memberi perlakuan kolokasional dalam kamus bilingual yang telah ada.
Akhirnya, bab 5 didedikasikan pada tiga metodologi berbeda dalam menyusun kamus kolokasi adjektif-noun Inggris-Indonesia. Penulis membandingkan dua metode berpanduan korpus berbeda, menggunakan bagian dari ucapan dan satunya lagi murni statistik, dengan pendekatan berbasis korpus. Pada bagian 5.2, penulis menjelaskan teknik pembuatan kamus yang dirancang sendiri dengan entri sampel ilustratif. 16 entri penulis kumpulkan untuk tujuan disertasi ini dapat ditemukan, bersama dengan panduan pengguna dan indeks noun bahasa Indonesia di materi belakang, dalam lampiran D.
Masih ada pertanyaan mengenai apakah memperluas lingkup penelitian ini memang realistik dalam sudut pandang leksikografis mapun komputasional.
Seperti yang dapat dilihat dari entri sampel kamus kolokasi adjektif-noun Inggris-Indonesia, banyak struktur adjective-noun tertanam dalam struktur dimana ia hanyalah kata tambahan, misalnya sebuah verba atau noun, yang memberikan kombinasi makna kontekstual penuhnya, sebagai contoh scientific basis = dasar ilmiah, to put a procedure on a scientific basis = menggunakan prosedur yang berlandaskan sains, dan to approach a problem on a scientific basis = mendekati sebuah masalah dari sisi ilmiah.
Penemuan ini mengungkapkan kalau masuk akal untuk memperluas lingkup penelitian disertasi ini dan menyusun sebuah kamus kolokasi serba guna, yang memuat bukan hanya struktur adjective-noun, namun juga noun dan kolokator verbanya, dll.
Dengan fakta kalau hanya sekitar 75% kolokasi adjective-noun bahasa Inggris yang diuji pantas diterjemahkan dengan bantuan keempat kamus Inggris-Indonesia di pasar, penulis yakin kalau hal yang sama akan berlaku dalam kolokasi verbal.
Penyelidikan detail mengenai hal ini belum dibuat; namun, pencarian teks penuh kata remedy dan kolokator verbalnya dalam LENNY-E dan SARI-E menghasilkan lima kolokasi: to find a remedy, to apply drastic remedies, to take Bachs flower remedy, to think up a remedy dan to devise a remedy – dua diantaranya masuk dalam kamus adjective-noun penulis.
Menurut MHB, remedy dapat masuk kedalam kolokasi dengan 21 verba:
  1. (= cure) to take a remedy, to use a remedy, to give somebody a remedy, to prescribe somebody a remedy, to prepare a remedy, to find a remedy; a remedy is available and a remedy works
  2. (= way of dealing with a problem) to have a problem, to pursue a remedy, to seek a remedy, to resort to a remedy, to exhaust a remedy, to create a remedy, to offer a remedy, to afford somebody a remedy, to grant somebody a remedy, to provide somebody with a remedy; a remedy is available and a remedy lies in something
Sekitar seperempat kolokasi verbal kata remedy tercakup oleh kamus bilingual. Lebih jauh, hanya satu kolokasi, to find a remedy, terdaftar dalam entri ini untuk noun remedy dalam LENNY-E (sementara ia ada dalam entri untuk obat [= zat untuk menyembuhkan penyakit] di SARI-E). Empat kolokasi noun-verba lainnya terdaftar dalam entri Indonesia, yang membuat para pengguna bahasa Inggris kesulitan menemukannya dalam versi cetak.
Metodologi yang penulis gunakan untuk kompilasi kamus kolokasi adjektif-noun Inggris-Indonesia dapat dengan mudah diperluas untuk ikut mencakup kolokasi verbal; perubahan satu-satunya yang harus dibuat adalah perolehan informasi dari korpora karena anda tidak lagi dapat mencari barisan kata atau semata kutipan dari bagian pembicaraan. Sebaliknya, anda harus tetap pada pemecahan korpora atau menggunakan ukuran signifikansi statistik seperti skor MI atau t.
Begitu juga, dengan bantuan pembicara asli Inggris, metode penulis dapat pula diimplementasikan untuk penyandian bahasa Indonesia menjadi bagian Inggris.
Akhirnya, seberapa besar kemungkinan kamus demikian dapat dibuat senyatanya? Seperti telah dinyatakan sebelumnya (cf. p.155), pertama-tama, kata induk yang akan dimasukkan ke dalam kamus harus dipilih dengan hati-hati. Kedua, harus dipikirkan tentang publikasi kamus kolokasi bilingual bersama dengan masing-masing bahasa. Metodologi ini dapat diimplementasikan sepenuhnya dalam proses kompilasi kamus bilingual umum, baik versi cetak maupun elektronik, atau kamus yang akan dihasilkan, walau bekerjasama dengan penerbit, sebagai karya mandiri.
Secara sangat realistik, penulis melihat sebuah kamus kolokasi bilingual yang dikompilasi dengan metodologi yang penulis ajukan dalam disertasi ini sebagai tampilan tambahan dalam versi elektronik kamus bilingual umum komprehensif. Pengguna akan mampu melihat kamus bilingual secara biasa dan akan, dalam menemukan entri, memiliki pilihan untuk mengklik bagian kolokasi bilingual yang sesuai dengan kata induknya. Sebuah jendela pop-up akan menunjukkan entri yang sama dengan yang penulis kumpulkan dalam disertasi ini. Dalam pencarian teks-penuh, informasi kolokasi akan, alaminya, juga dimasukkan.
Pada akhirnya, izinkan penulis menekankan sekali lagi bahwa kolokasi adalah kata kunci pada kefasihan mirip asli dan koreksi kolokasional tidak dapat dipisahkan, khususnya dalam translasi dan tugas menulis lainnya dan kami, sebagai leksikografer, harus menyediakan pengguna informasi yang mereka perlukan dengan cara terbaik yang mungkin. Karenanya mari kita berterima kasih pada mereka yang telah memperdalam studi kolokasi dalam semua penerapannya yang mungkin.


No comments:

Post a Comment

Post a Comment