- Manfaat teori kepemimpinan
- Seberapa luaskah penelitian dalam kepemimpinan terdistribusi ‘terentang’?
- Studi kasus kepemimpinan kurikulum terdistribusi
- Kepemimpinan subjek yang mendukung kepemimpinan guru
- Lokasi sebagai faktor signifikan dalam politik mikro sekolah internasional
- Sudut pandang konsultan atas peran mereka sebagai agen perubahan dan perbaikan sekolah
- Biropatologi Gogol dan era akuntabilitas
- Teori kompleksitas, kepemimpinan dan manajemen sekolah
- Berbagai perspektif dalam era perubahan pendidikan
- Pembangunan kepemimpin jangkauan penuh
- Gender, kepemimpinan dan tulisan akademis
- Keagenan dan keputusan karir guru wanita
- Kepala sekolah perempuan dalam sistem pendidikan minoritas
- Faktor yang mendorong dan menghambat kemajuan wanita sebagai pemimpin di universitas
- Peran kepemimpinan baru di dalam dan di luar sekolah
- Intervensi praktek sekolah, pemerintahan dan masyarakat
- Pendidikan kejuruan dan praktek diskurisf manajer pelatihan di garis depan
- Sudut pandang teori aktor-jaringan berbasis praktek terhadap Pemikiran manajemen dan kepemimpinan di kampus dan di sekolah
- Teori, praktek dan refleksi pengajaran yang sukses
- Kepemimpinan yang bergairah dalam pendidikan
- Kepemimpinan, kerjasama dan hasil belajar
- Kepemimpinan kolaboratif dan pengembangan sekolah
- Kepemimpinan, manajemen dan prestasi akademis siswa
- Lansekap kepemimpinan di sekolah-sekolah Sulawesi
- Kerumitan tersembunyi dalam pasar sekolah dasar pedesaan
- Penggunaan data kinerja sekolah untuk mengendalikan akuntabilitas dan pembangunan dinas pendidikan dan sekolah
- Pengembangan kompas moral wakil kepala sekolah
- Peran perbatasan wakil kepala sekolah dalam manajemen dan kepemimpinan
- Praktek pengembangan profesi berkelanjutan yang efektif
- Keanekaragaman, seksualitas dan keyakinan
- Isu kesetaraan dan keanekaragaman dalam sekolah berbasis agama
- Celah gender dalam manajemen sekolah menengah
- Perbandingan tanggungjawab pengasuhan anak pada kepala sekolah wanita generasi pertama dan generasi selanjutnya
Tugas - Riset - Disertasi - Tesis - Buku Referensi - Edit Tulisan AI - Presentasi - Jurnal - Konferensi Email: penulismemori@gmail.com WhatsApp = 085759501735
Showing posts with label Manajemen Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Pendidikan. Show all posts
Contoh topik disertasi Manajemen kependidikan
Bab v disertasi : Kerangka Konseptual, Desain dan Metode Penelitian
PENDAHULUAN
Tujuan bab ini adalah menjelaskan dan membahas kerangka konseptual studi ini yang diadaptasi dari model efektivitas guru total Cheng dan Tsui (1998) untuk merefleksikan konteks pendidikan Indonesia dan database ASEAN yang tersedia, inklusif pada data provinsi, negara dan regional. Model Cheng dan Tsui mencakup komponen penting terkait kompetensi guru dan kinerja siswa, seperti konteks mengajar internal dan eksternal, karakteristik awal siswa dan pengalaman siswa. Model ini juga mencakup domain kognitif, afektif dan perilaku pada tiga tingkatan, tingkatan tersebut adalah sekolah, kelompok dan individu.
Kerangka konseptual itu seperti peta (Dewey, 1938:402) yang membantu peneliti mengarungi proses penelitian. Sebagian kerangka konseptual telah standar sementara yang lain harus dibuat atau diadaptasi dari teori.
Sebagai desain penelitian, sebuah studi sekunder pada data dari studi ASEAN dilakukan di Indonesia dan sejumlah negara ASEAN di tahun 2000 juga dijelaskan dan dibahas dalam bab ini. Kerangka konseptual dibahas dalam Bagian 5.1. Pembahasan ini dilanjutkan dengan garis besar pertanyaan penelitian di Bagian 5.2. Isu desain, khususnya sampling, instrumen dan prosedur kemudian disajikan di Bagian 5.3. Akhirnya, rencana analisa data dirangkum pada Bagian 5.3.6 dan rangkuman disajikan di Bagian 5.4.
5.1 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan dan mempelajari faktor-faktor utama yang berpengaruh pada kompetensi guru dan kinerja siswa kelas 6 dalam tes matematika dan membaca dalam studi ASEAN di Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya. Bagian pertama studi menjelaskan kinerja guru dan kompetensi guru diukur oleh kinerja siswa di Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya dalam tes matematika dan membaca. Analisis akan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dan siswa, seperti latar belakang siswa, kondisi sekolah, pendidikan orang tua, ketersediaan buku paket, dsb. Dalam bagian kedua studi ini, faktor-faktor kontekstual dijelajahi dan dianalisa terkait kompetensi guru, dalam usaha menemukan prediktor signifikan kompetensi guru di Indonesia dan negara ASEAN yang terpilih.
5.2 KERANGKA KONSEPTUAL
Untuk memahami kerangka konseptual dan meneruskan pembahasan dalam bab ini, penting untuk membedakan antara tiga konsep yang akan terus digunakan, yaitu kompeten, kompetensi dan kekompetensian, yang didefinisikan dibawah:
Kompetensi (competence) dapat dipandang sebagai masalah derajat. Kompeten adalah masalah kemampuan.
Kekompetenan (competency) didefinisikan sebagai apa yang guru ketahui, percaya atau dapat dilakukan, bukan dalam hal apa dimana guru mampu membuat siswa melakukan sesuatu. “Skill dalam manajemen kelas” merupakan kompetensi sementara “Kemampuan mengatur kelas” bukan kompetensi. Kompetensi tidak berbentuk jamak. Kompetensi hanya dapat ada atau tidak ada.
Kekompetensian (competencies) merujuk pada pengetahuan, skill dan keyakinan pada kemampuan guru (Medley, 1982: 1894).
Sebuah tinjauan literatur seperti dijelaskan dalam bab sebelumnya, telah membawa pada definisi kompetensi Tomlinson (1995:181), yaitu :
Kompetensi atau skill menunjukkan kemampuan yang kurang lebih konsisten untuk menyadari tujuan tertentu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Seseorang yang kompeten mampu melakukan tindakan tertenu: orang demikian mampu melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Definisi Tomlinson telah diadaptasi untuk penelitian ini agar dapat dimasukkan dalam fokus penelitian dalam hal hasil khusus membaca dan matematika dengan cara berikut:
Kompetensi guru adalah kemampuan konsisten untuk menyadari tujuan tertentu untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam membaca dan matematika.
Banyak model efektivitas guru telah membantu penelitian ini. Seperti dijelaskan dalam Bab 3, dua model signifikan telah muncul, pertama adalah model Medley (1982) dan kedua model Cheng dan Tsui (1998), yang mengembangkan model Medley lebih jauh. Kerangka konseptual studi ini, diadaptasi dari Cheng dan Tsui (1998) dan akan disajikan dan dibahas dalam bagian berikutnya.
5.3 MODEL EFEKTIVITAS GURU TOTAL HASIL ADAPTASI
Seperti ditunjukkan dalam Bab 3, jelas setelah analisa kerangka mengenai efektivitas guru total yang telah ada, terdapat gap-gap nyata dalam literatur. Gap-gap ini telah dibahas dalam Bagian 3.4 di Bab 3, dan sekarang dibahas lebih lanjut dalam kereangka konseptual studi ini, yang merupakan model efektivitas guru total berdasarkan kedua model yang dibahas sebelumnya.
Dalam studi ini, istilah efektivitas guru merujuk pada hasil yang dicapai guru atau siswa dalam tes membaca dan matematika ASEAN. Model Cheng dan Tsui (1998) telah dimodifikasi dan diadaptasi sehingga mengkaitkannya dengan sistem pendidikan Asia dan konteks sosial dalam penelitian dan agar sejalan dengan data yang tersedia dalam studi ini. Gambar 5.1 mencerminkan perubahan-perubahan yang telah dilakukan pada model, yang akan dibahas selanjutnya.
Sumber: Diadaptasi dari Cheng dan Tsui, 1998
Gambar 5.1 Elemen-elemen kunci terkait dengan efektivitas guru
• Ketiga level “individual”,”kelompok”, dan “sekolah” diubah dan dinamai ulang sebagai level provinsi, nasional dan regional untuk mencerminkan database ASEAN yang ada.
• Model asli merujuk pada murid sebagai siswa. Untuk mencerminkan terminologi yang digunakan di Indonesia, semua label menggunakan kata ‘siswa’ dalam ilustrasi model diubah menjadi ‘murid.’ Sebagai contoh, label “lapisan pengalaman siswa” dan “hasil belajar siswa” diubah menjadi “lapisan pengalaman murid” dan “hasil belajar murid” untuk disesuaikan dengan kesepakatan bahasa di Indonesia.
• Karakteristik guru ditambahkan karena variasi karakteristik ini dalam konteks Indonesia dan keyakinan bahwa karakteristik ini mendasar untuk menjelaskan dan memahami kompetensi guru. Di luar Indonesia, karakteristik guru juga dirujuk dalam literatur sebagai variabel penting terkait dengan kinerja guru. Sebagai contoh, lihat Murphy (1993). Interaksi antara karakteristik guru dan pendidikan guru membawa pada kompetensi guru.
• Pelatihan guru ditambahkan karena ia merupakan komponen penting untuk kompetensi guru.
• Dalam model ini, konteks mengajar eksternal mencakup sekolah, perpustakaan sekolah, kepemimpinan, peran orang tua dan masyarakat, semuanya adalah faktor yang dapat memodifikasi atau meningkatkan konteks mengajar internal.
• Konteks mengajar internal terdiri dari hal-hal seperti buku paket dan perlengkapan, begitu juga waktu yang dihabiskan dalam mengerjakan tugas. Elemen-elemen demikian dapat mempengaruhi karakteristik murid awal dan akhirnya meningkatkan kinerja murid.
• Keterlibatan orang tua merujuk pada peran orang tua dalam memodifikasi konteks mengajar internal dan eksternal. Interaksi antara guru, orang tua dan masyarakat adalah aspek penting karena ia dapat menghasilkan modifikasi pada kondisi sekolah dan ruang kelas serta, sebagai hasilnya, meningkatkan kinerja murid.
Model adaptasi ini mencerminkan keyakinan kalau kompetensi guru adalah bagian dari efektivitas keseluruhan guru di dalam kelas. Model ini juga menunjukkan interaksi antara kompetensi dan komponen kunci lainnya yang berpuncak pada efektivitas guru. Lebih jauh, ia menunjukkan bagaimana lapisan-lapisan berbeda, yaitu kompetensi guru, kinerja guru, pengalaman murid dan hasil belajar murid, terkait dengan domain kognitif, afektif dan perilaku dalam tiga tingkatan, yaitu tingkat provinsi, nasional dan regional. Model ini sesuai dengan kerangka konseptual untuk penelitian ini karena ia mencerminkan sebagian besar variabel dan konsep yang tersedia dalam database ASEAN.
Informasi penting lainnya yang berpengaruh pada kinerja murid adalah karakteristik awal murid (gender, usia, status sosial, latar belakang), pelatihan guru, konteks mengajar internal (sarana dan prasarana ruang kelas, waktu mengerjakan tugas), konteks mengajar eksternal (fasilitas sekolah, gaji, kepemimpinan), dan karakteristik guru (jenis kelamin, usia, status sosial, latar belakang) juga dimasukkan dalam model.
Masing-masing lapisan dalam model ini sekarang akan dijelaskan dalam hal konteks dan hubungannya dengan komponen lainnya dalam model.
Lapisan kompetensi guru adalah kompetensi perilaku, afektif dan kognitif total guru pada tingkat provinsi, nasional dan regional. Lapisan ini mencerminkan mutu statis total guru (Cheng dan Tsui, 1998). Level kompetensi guru adalah salah satu faktor yang langsung mempengaruhi mutu mengajar dan karenanya kinerja murid. Untuk menerapkan metode progresif mengajar, metode yang membantu pembelajaran berpusat murid yang berbasis pada penemuan dan karenanya pada konstruksi pengetahuan oleh murid sendiri, guru harus memiliki pelatihan profesi dan level kompetensi dalam pengetahuan subjek (Shulman, 1986).
Lapisan kinerja guru adalah kinerja total guru dalam tiga domain pada tiga tingkatan. Ia mencerminkan mutu dinamis guru dalam proses mengajar. Hubungan antara kedua lapisan dapat diperantarai oleh pengaruh konteks mengajar eksternal (misalnya faktor organisasi, kepemimpinan dan lingkungan sekolah). Kinerja guru juga terkait dengan kompetensi profesional guru dan tingkat pengetahuan akademis yang mereka peroleh. Seperti telah dinyatakan oleh Ribeiro (1993, dikutip dalam Passos et al, 2000), tingkatan pengetahuan akademis yang tinggi mendasar bagi pelatihan guru profesional karena tidak mungkin melatih guru yang baik bila mereka tidak memiliki pengetahuan materi subjek yang mereka akan ajarkan. Kombinasi tingkat pengetahuan akademis guru yang tinggi dan pelatihan profesional tingkat tinggi menyediakan kondisi untuk kinerja guru yang tinggi (Shulman, 1986).
Lapisan pengalaman murid menyajikan pengalaman belajar total murid dalam tiga domain, yaitu kognitif, perilaku dan afektif pada level provinsi, nasional dan regional.
Lapisan hasil belajar murid mencermikan hasil belajar total murid dalam tiga domain pada tiga tingkatan. Hasil yang diharapkan ditentukan oleh kebutuhan kehidupan nyata yang relevan dan dibantu untuk memastikan integrasi pengetahuan, kompetensi dan orientasi yang diperlukan murid untuk menjadi warga negara masa depan yang kritis, kompeten dan bertanggung jawab.
Karakteristik murid awal (anteseden) adalah pengalaman, gender, usia, larar belakang, kepemilikan dan status sosial murid.
Konteks mengajar internal menyajikan perangkat dan peralatan ruang kelas, waktu yang tersedia untuk mengerjakan tugas, ukuran kelas dan buku paket di tiap ruang kelas.
Konteks mengajar eksternal menyajikan sumber daya sekolah secara total, kondisi sekolah, staff, sifat gaji yang ditawarkan, dan peran orang tua dan masyarakat. Peran orang tua dan masyarakat khususnya sangat penting, karena peran orang tua kritis bagi kinerja murid.
Karakteristik guru menyajikan usia, gender, kepemilikan, latar belakang, kondisi rumah tangga, pengetahuan, pengalaman dan pendekatan guru dalam tiga domain pada tingkatan provinsi, nasional dan regional.
Judul-judul penelitian manajemen pendidikan tahun 2010
- Pemberdayaan siswa beresiko tinggi lewat inkuiri apresiatif
- Prinsip kekuatan untuk pemimpin pendidikan
- Pemimpin gaya baru atau melihat kepemimpinan dengan perspektif baru?
- Kepemimpinan pendidikan oleh laki-laki di SD
- Kebijakan bahasa dan tantangan pembangunan kapasitas dalam konteks pasca konflik dalam administrasi pendidikan di Timor Leste
- Studi validasi gaya kepemimpinan kerangka teoritis kepemimpinan holistik
- Pengaruh kepemimpinan pada pencapaian siswa dan kesuksesan sekolah berkelanjutan
- Kepemimpinan dan kinerja organisasi
- Model revisi dan konseptualisasi kepemimpinan sekolah yang berhasil untuk meningkatkan hasil belajar siswa
- Studi kasus sekolah-sekolah efektif dan meningkat secara akademis di Inggris mengenai pengaruh kepemimpinan sekolah pada hasil siswa
- Efikasi diri penelitian, hasil publikasi dan pengembangan karir
- Arsitektur stategis untuk e-learning di Universitas HP
- Studi kasus Orientasi pasar di universitas
- Hubungan pelayanan di ruang kelas terhadap kegembiraan siswa
- Praktek kepemimpinan bersama dalam sekolah berkinerja tinggi dan rendah
- Ketidakjujuran akademis dan persepsi siswa di Pakistan
- Isu-isu kunci untuk keberhasilan kepala sekolah di Spanyol
- Implikasi intensi berhenti guru di awal karir pada pendidikan guru
- Stress pekerjaan pada staf sekolah dasar katolik : studi perbedaan biografis
- Praktek manajemen kinerja, sikap karyawan dan kinerja manajerial
- Sudut pandang kepala sekolah pada keadilan sosial di sekolah negeri
- Kerangka pemasaran di pendidikan tinggi: mengalamatkan aspirasi mahasiswa melebihi semata menjual produk
- Gender dan gaya kepemimpinan lembaga akademis berjenis kelamin tunggal
- Reformasi pendidikan tinggi di Jerman: Bagaimana proses Bologna dapat serentak didukung sekaligus gagal
- Reformasi sistem pendidikan di China setelah 1978: beberapa implikasi praktis
- Pertempuran evaluasi: Usaha mencari hubungan yang hilang antara akuntabilitas sekolah dan kemajuan sekolah – pengalaman dari Siprus
- Pembuatan keputusan cepat dan cerdas: cara kerja heuristik
- Strategi rekruitmen mahasiswa di pendidikan tinggi : mempromosikan ekselensi atau keanekaragaman?
- Analisa pembangunan pendidikan tinggi terhadap sekolah global Singapura
- Prinsip-prinsip penilaian belajar berbasis proyek dan penelitian
- Orientasi pasar di universitas: studi komparatif dua sistem pendidikan tinggi nasional
- Pencapaian matematika Sekolah Menengah di Pakistan: Temuan dari Evaluasi Nasional Pertama
- Penggunaan inkuiri apresiatif untuk menciptakan daerah dan masyarakat sekolah pedesaan berkelanjutan
- Nilai disposisional kepemimpinan bersama dan survey konteks
- Manajemen pengetahuan di lembaga akademis
- Langkah maju memprmosikan konsistensi dalam keputusan pendidikan
- Memanfaatkan potensi Teknologi Informasi: Adopsi dan analisa sistem teknologi informasi untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa
- Anteseden awal pada kinerja harapan siswa
- Nilai pendidikan: bagaimana siswa memilih universitas, studi kasus universitas Italia
- Individualisme-kolektivisme dan kepuasan kerja di Malaysia dan Australia
- Sistem pembiayaan pendidikan tinggi dan pengaruhnya pada strategi lembaga dan akademis : perspektif komparatif
- Aspirasi guru wanita pada kepemimpinan sekolah di Uganda
- Pengaruh kuliah jalur pada reputasi dan kesadaran merek universitas afiliasinya di Sydney
- Pendidikan studi di luar negeri pada pendidikan tinggi di New England: survey pilot
- Pengambilan mata kuliah mahasiswa dan kualitas dosen: pengaruhnya pada pencapaian dan pertumbuhan
- Pengaruh citra universitas pada perilaku mahasiswa
Subscribe to:
Posts (Atom)
