Showing posts with label Tips Penulisan. Show all posts
Showing posts with label Tips Penulisan. Show all posts

Esai Lima Paragraf

Esai lima paragraf adalah sebuah bentuk argumen tertulis. Ia adalah salah satu bentuk tugas menulis sekolah di SMA. Format esai ini memiliki lima paragraf: satu paragraf pendahukuan, tiga paragraf tubuh dengan pendukung dan pengembangan, dan satu paragraf kesimpulan. Karena struktur ini, ia juga disebut karangan singkat.
Pendahuluan bertindak untuk memberi tahu pembaca premis dasar dan kemudian menyatakan pendapat atau gagasan utama anda. Ketika sebuah esai diterapkan dengan format ini, paragraf pertama biasanya terdiri dari sebuah kait naratif, diikuti sebuah kalimat yang memperkenalkan tema umum, lalu kalimat selanjutnya yang mempersempit fokus dari sebelumnya. (Bila pengarang menggunakan format ini untuk sebuah pernyataan berbasis teks, maka sebuah kalimat mengutip teks, mendukung dakuan (klaim) penulis esai, akan diletakkan di sini, bersama dengan nama teks dan nama pengarang. Sebagai contoh: “Dalam buku Borneo, Celebes, Aru, Alfred Russel Wallace mengatakan…”). Setelah ini, pengarang mempersempit diskusi topik dengan menyatakan atau menemukan sebuah masalah. Sering kali, sebuah kalimat organisasional digunakan disini untuk menjelaskan layout paper. Akhirnya, kalimat terakhir paragraf pertama esai seperti ini harus menyatakan pernyataan yang ingin dibuktikan oleh pengarang. Pernyataan ini sering terkait dengan sebuah “road map” esai, yang pada dasarnya sebuah outline yang menyatakan dengan tepat apa yang akan dibahas oleh ketiga paragraf isi dan memberikan urutan presentasi. Tidak perlu dibingungkan oleh sebuah kalimat organisasional, sebuah pernyataan posisi semata mengatakan “Buku Borneo, Celebes, Aru menyatakan perjalanan Wallace dalam meneliti sekaligus memburu hewan,” sementara sebuah kalimat organisasional menyatakan langsung struktur dan urutan esai.
Menurut Thomas E Nunnally (1991) dan Kimberley Wesley (2000), sebagian besar guru memandang bentuk esai lima paragraf membatasi pembentukan gagasan. Wesley berpendapat kalau bentuk ini tidak pernah cukup. Nunnally menyatakan kalau bentuk ini dapat bagus untuk mengembangkan kemampuan analitik yang harus kemudian dikembangkan.
Kelima bagian ini sepenuhnya formal dan dapat dibuat dan diulang sepanjang apapun, dari satu kalimat (walaupun akan termasuk kalimat sangat kompleks), hingga paragraf standar esai biasa, hingga bab sebuah buku, dan bahkan buku-buku terpisah itu sendiri (walaupun tiap buku, akan mencakup bagian lain sambil menekankan bagian tertentu).
Bentuk populer lain dari esai 5 paragraf terdiri dari
1. Pendahuluan Memperkenalkan sebuah topik. Bagian penting dari ini adalah tiga pernyataan
2. Paragraf isi 1 Menjelaskan bagian pertama dari tiga pernyataan
3. Paragraf isi 2 Menjelaskan bagian kedua dari tiga pernyataan
4. Paragraf isi 3 Menjelaskan bagian ketiga dari tiga pernyataan
5. Kesimpulan Merangkum point-point dan menyatakan ulang pernyataan
Referensi
1. Nunnally, Thomas E. (1991). "Breaking the Five-Paragraph-Theme Barrier". The English Journal 80 (1): 67–71.
2. Wesley, Kimberly (2000). "The Ill Effects of the Five Paragraph Theme (Teaching Writing in the Twenty-First Century)". The English Journal 90 (1): 57–60.

Rencanakan Argumentasi Anda


Ada enam hal yang harus dicakup dalam rencana argumentasi sebuah disertasi. Berikut akan diberikan contoh dari disertasi ilmu komputer.
  1. Pendahuluan, yaitu daerah studi. Contoh: Kesuksesan sebuah proyek pengembangan piranti lunak tergantung pada kemampuan menangkap kebutuhan para stakeholder dalam sebuah spesifikasi.
  2. Masalah, yaitu apa yang harus dihadapi. Contoh: walau begitu, spesifikasi sering kali mencerminkan bias sang analis sendiri, bukannya masukan dari banyak stakeholder.
  3. Apa yang dikatakan literatur mengenai masalah ini. Contoh: metode yang dijelaskan dalam literatur sekarang gagal mengalamatkan identifikasi dan integrasi berbagai sudut pandang.
  4. Bagaimana mengatasi masalah ini. Contoh: Dengan memperlakukan aktivitas spesifikasi sebagai dialog antara stakeholder, kita dapat memodelkan tiap sudut pandang secara berbeda.
  5. Bagaimana mengimplementasikan solusi saya. Contoh: Penulis menyediakan seperangkat alat untuk menjelajahi ketidak sepakatan antara sudut pandang, dan menggunakan alat-alat ini sebagai basis proses negosiasi berbantuan komputer.
  6. Hasilnya. Contoh: pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlacakan dan kehandalan spesifikasi dan kepuasan stakeholder secara keseluruhan.