Tinjauan literatur adalah bagian dari suatu karya ilmiah yang ditujukan untuk menghubungkan masalah yang ingin diangkat oleh karya ilmiah tersebut dengan dunia akademis yang sedang berkembang. Ada beberapa jenis tinjauan literatur, mulai dari yang sekedar mengumpulkan penelitian terdahulu lalu di daftar menjadi tabel, hingga analisis sistematis yang mencakup seluruh literatur yang ada dalam basis data besar seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science. Systematic literature review (SLR) umumnya berdiri sendiri sebagai sebuah artikel jurnal, namun juga dapat menjadi bagian dari disertasi jika kandidat doktor dituntut untuk sudah melakukan publikasi jurnal sebelum pengumpulan data dilakukan. Tinjauan literatur yang dilakukan tersebut sekaligus menjad ibagian dari Bab 2 disertasi. Ada juga tinjauan literatur yang sifatnya kuantitatif dengan mengumpulkan hasil-hasil analisis kuantitatif dalam jurnal mengenai suatu isu untuk mendapatkan gambaran luas. Ini seperti menyusun suatu puzzle akademis. Penelitian seperti ini disebut meta-analisis.
Pengalaman kami dalam menulis disertasi membuat kami memahami banyak pola penulisan tinjauan literatur. Tinjauan literatur kualitatif biasanya dimulai dengan gambaran besar ynag kemudian mengerucut menjadi konsep-konsep penelitian. Tinjauan literatur ini biasanya diakhiri dengan konteks ynag paling sempit untuk membangun gambaran keseluruhan konteks penelitian. Tergantung pada metodenya, apakah interpretatif ataukah grounded theory, tinjauan literatur dapat mengandung teori. Penelitian kualitatif dengan paradigma interpretatif dan kritis maupun fenomenologis menempatkan teori di bab 2. Di sisi lain, penelitian grounded theory, yang bertujuan untuk membuat teori, menempatkan teori-teori di bagian pembahasan. Wajar saja, penelitian ini berusaha membongkar data untuk menghasilkan teori, bukan menerapkan teori. Pendekatan ini disebut pendekatan induktif.
Tinjauan literatur kuantitatif memiliki format yang baku. Anda akan mulai dengan teori utama. Dalam bidang manajemen atau sosiologi, pada bagian awal ini sering dibahas grand theory, middle theory, dan akhirnya applied theory. Kami sudah pernah membahas tentang grand theory dan bagaimana konsep ini diterapkan dalam disertasi serta kritik terhadapnya. Lalu setelah teori-teori ini baru turun variabel-variabel penelitian. Setiap variabel dijelaskan definisinya, lalu anteseden dan konsekuennya, dimensi dan indikatornya. Setelah penjelasan variabel, dijelaskan hubungan antar variabel sebagai hipotesis penelitian. Dalam setiap hipotesis, dibuat kaitan antara penelitian terdahulu, teori, dan gap-gap riset, baik itu gap teoritis maupun gap empiris. Dari sini dibuat hipotesis, dan ditutup dengan kerangka konseptual.
Dalam bekerja membuat tinjauan literatur, kami menggunakan banyak refrensi. Bahkan bisa sampai 100 referensi, tergantung tipe penelitian. Kami menggunakan sistem kami sendiri yang melibatkan hampir 100 sistem kata kunci. Selain menggunakan sistem kata kunci untuk mencari literatur di Google Scholar, Scopus, PubMed, dan Web of Science, kami juga menggunakan sistem berbasis AI untuk mencari literatur menggunakan LLM seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude hingga Scholar Lab. Kami paham kalau LLM memiliki sistem yang kadangkala mengalami halusinasi. Karena itu, kami tidak pernah membuat klaim tanpa dukungan literatur nyata. Klien akan mendapatkan literatur dalam bentuk PDF sebagai bukti bahwa apa yang kami kutip dalam tinjauan literatur memang ada buktinya, bukan halusinasi apalagi klaim non akademis.
Jadi tunggu apa lagi, hubungi kami melalui penulismemori@gmail.com atau via WhatsApp 0857 5950 1735.
No comments:
Post a Comment