Pengalaman Submit Jurnal SAGE Open vs PLOS One

SAGE Open adalah salah satu jurnal multidisiplin dalam rating Q1 di dunia. Ada banyak jurnal multidisiplin Q1 dan jurnal-jurnal ini umumnya berbayar dengan biaya puluhan juta. Bukan berarti semua jurnal Q1 itu berbayar, ada banyak juga jurnal Q1 yang tidak berbayar kecuali kita memilih metode open access. Kalau open access maka artikel kita akan dibaca secara gratis oleh pengunjung. Kalau metode kita tertutup, kita tidak membayar, dan penerbit akan mendapatkan uang dari pembaca yang harus membayar untuk membaca dan mengunduh artikel kita, baik itu berbentuk pay per view atau subscriber. Jurnal Q1 yang memberikan opsi tidak berbayar umumnya jurnal di bidang spesifik, disiplin tunggal.

Bagaimana bisa suatu jurnal bersifat multidisiplin? Bukankah jurnal itu harusnya spesifik karena menjadi tahta tertinggi dalam suatu bidang ilmu? Sebenarnya tidak juga. Dari dulu sudah ada banyak jurnal multidisiplin seperti Science, Proceedings of National Academy of Sciences, atau PLOS One. Jurnal-jurnal ini dikelola oleh komunitas sains dengan banyak sekali reviewer dari berbagai bidang ilmu. Sebelum jaman internet, mereka menerbitkan majalah yang dibeli oleh para ilmuan. Jadi agar dapat banyak pembeli, bidangnya dibuat luas. Selain itu, jika luas maka bisa memfasilitasi saling berbagi pengetahuan lintas disiplin. SAGE Open adalah jurnal multidisiplin Q1 yang dikelola oleh SAGE, penerbit yang terkenal dengan fokus pada bidang sosial dan humaniora.

Kami sudah pernah membantu mahasiswa doktoral yang menjadi klien kami untuk submit ke PLOS One. Tapi ketika melihat ke SAGE Open, kami melihat adanya persamaan dan perbedaan. Perbedaan utama adalah paper kita paling dikritisi bagian metodologi. Jadi SAGE Open sangat ketat masalah metodologi ini. PLOS One langsung menyasar pada hasil penelitian. Mungkin perbedaan ini terjadi karena PLOS One direview oleh para ilmuan yang lebih spesifik bidang, sementara SAGE Open memiliki lebih sedikit reviewer dan disiplin mereka tidak mesti sama dengan orang yang direview. Sebagai kompensasi, mereka fokus ke metodologi.

Kesamaannya adalah bahwa kalau kita sudah direview beberapa kali sekalipun, tidak ada jaminan kalau kita akan diterima. Pada kedua jurnal, kami sudah dua kali lolos review, tapi tiba-tiba pada review ketiga, paper klien kami ditolak. Kami sudah banyak membantu submit jurnal Q1 dan banyak diantaranya lolos. Tetapi polanya hampir selalu linier, semakin banyak review, semakin besar kemungkinan lolos. Jika jurnal Q1 yang spesifik disiplin di desk review oleh editor saja sudah ditolak, maka jurnal SAGE Open dan PLOS One memungkinkan kita lolos desk review dengan mudah, tetapi dapat membawa kita masuk ke dalam proses peer review dan akhirnya ditolak juga. Jadi kita perlu bijak untuk memilih jurnal mana yang akan kita sasar untuk publikasi Q1. Jika harus memilih antara multidisiplin dan disiplin tunggal, kita lebih baik mengutamakan jurnal disiplin tunggal.



No comments:

Post a Comment