Blok IV menggeser pertanyaan dari “bagaimana masyarakat Indonesia menjadi bangsa?” menuju pertanyaan yang lebih sulit: “negara seperti apa yang kemudian dibentuk oleh bangsa tersebut?” Jika Blok III memperlihatkan lahirnya kesadaran kolektif bernama Indonesia melalui organisasi, nasionalisme, Islam, revolusi, dan pengalaman generasional, maka Blok IV mengikuti konsekuensi politiknya: bagaimana komunitas yang baru terbentuk itu memilih konstitusi, mendefinisikan hubungan agama dan negara, membagi kekuasaan, menempatkan militer, dan merumuskan hubungan antara tradisi dengan modernitas.
Lima tokoh dalam blok ini—Daniel S. Lev, Harold Crouch, Adnan Buyung Nasution, Ahmad Syafii Maarif, dan Nurcholish Madjid—membawa narasi dari krisis demokrasi parlementer menuju menguatnya negara otoriter, dari perjuangan konstitusional menuju perdebatan dasar negara, dan dari kontestasi Islam-negara menuju pencarian dasar intelektual bagi masyarakat Muslim modern. Secara kronologis, blok ini menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak menghasilkan bentuk negara yang sudah selesai; negara Indonesia justru merupakan arena pergulatan terus-menerus antara demokrasi, militerisme, konstitusionalisme, nasionalisme, Islam, dan modernitas.
Transisi Politik
Tulisan ini adalah bagian dari series 25 Disertasi yang Mengubah Cara Memahami Indonesia. Berikut ini link ke setiap bagian:
Pendahuluan: Memahami Indonesia
Blok I - Masyarakat: Siapa masyarakat Indonesia?
Blok II - Struktur Sosial: Bagaimana kekuasaan di masyarakat Indonesia bekerja?
Blok III - Nasionalisme: Bagaimana masyarakat Indonesia menjadi bangsa?
Blok IV - Negara: Negara seperti apa yang terbentuk oleh bangsa Indonesia?
Blok V - Pembangunan: Apa yang dilakukan bangsa Indonesia untuk berkembang?
Kesimpulan: Jadi apa itu Indonesia?


No comments:
Post a Comment