Berikut adalah contoh bab 1 disertasi yang dibuat oleh penulisdisertasi.blogspot.com dengan judul “Pedagogi Keterkaitan dalam Lingkungan Belajar Informal Horisontal Online” untuk disiplin ilmu Pendidikan.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi pada awal abad ke 21 ini memberikan sejumlah besar kesempatan untuk mempelajari kaitannya dengan dunia pendidikan. Belum pernah akses terhadap perpustakaan terbuka kepada semua orang yang ingin belajar cukup dengan tetap di dalam kamarnya, menghubungkan diri dengan internet dan mendapatkan informasi yang ia inginkan. Keberadaan situs jejaring sosial mewadahi pembelajaran multi arah yang semakin menyingkirkan peran pembelajaran satu arah tradisional. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Downes (2006) bahwa “kemunculan dan meluasnya jaringan komputer dan teknologi komunikasi bergerak memberikan lingkungan belajar baru yang sangat mendukung pedagogi keterkaitan.”
Konsep pedagogi keterkaitan secara klasik merupakan konsep yang telah diterapkan di Australia. Pedagogi keterkaitan pada dasarnya sejalan dengan manajemen berbasis sekolah yang menghubungkan setiap pihak berkepentingan dalam proses belajar, mulai dari siswa, anak, guru, orang tua, keluarga, dan masyarakat. Versi mutakhirnya adalah penggunaan media teknologi informasi untuk memperluas keterkaitan ini.
Tendensi yang muncul dalam penerapan pedagogi keterkaitan tradisional yang ditemukan oleh Zyngier (2006) adalah tendensi yang sama dalam penerapan pedagogi biasa. Zyngier menemukan bahwa siswa dengan gangguan fisik dan mental menjadi siswa yang terpinggirkan secara sosial dalam pedagogi keterkaitan tradisional. Namun seharusnya hal ini tidak terjadi dalam pedagogi keterkaitan modern di dunia teknologi informasi dimana perilaku manusia menjadi sangat berbeda.
Potensi yang ada sangat besar. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memperkirakan ada 25 juta orang di Indonesia yang menggunakan internet pada tahun 2008. Sementara itu, berdasarkan data dari situs statistik resmi facebook, checkfacebook.com, jumlah pengguna situs jejaring sosial ini mencapai 31,425,840 pengguna dari Indonesia per November 2010. Nilai ini menempatkan Indonesia pada urutan kedua setelah Amerika Serikat dan sebelum Inggris. Nilai ini juga menggambarkan peningkatan yang signifikan antara jumlah pengguna internet di tahun 2008 dan 2010. Tidak semua orang yang mengunjungi internet menggunakan atau bahkan mengetahui apa itu facebook, dan tidak pula semua yang tercatat sebagai pengguna facebook adalah orang yang berbeda. Walau begitu, gambaran ini telah cukup memberikan besarnya potensi pedagogi keterkaitan di internet untuk masyarakat Indonesia.
Penggunaan internet menciptakan sebuah masyarakat jenis baru. Sebuah masyarakat yang disebut “masyarakat maya” oleh Bungin (2006). Masyarakat maya ini lengkap dengan atribut sosiologi dan antropologinya sendiri yang kadang berbeda secara signifikan dengan masyarakat nyata. Hal ini termasuklah unsur-unsur kebudayaan Koentjaraningrat (1986) seperti agama, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem ekonomi, sistem teknologi, bahasa dan kesenian.
Idealnya dunia pendidikan sudah sejak awal menyusun strategi agar teknologi informasi bukan hanya menjadi semata bahan ajar, namun juga menjadi sebuah media proses belajar mengajar. Beberapa kecenderungan ke arah itu telah ada semenjak masa pra internet dimana komputer di lab terhubung untuk mengajarkan berbagai hal sementara guru menjadi seorang tutor kursus yang kadang dalam dilema, antara mengajarkan komputer dengan mengajarkan bahan yang ingin di ajarkan. Kondisi ini telah berbeda sekarang. Banyak orang awam mengerti dengan baik cara penggunaan komputer dan internet. Masalahnya bagaimana Strategi Belajar Mengajarnya?
Pedagogi keterkaitan sedikit menyisihkan peran guru di sini. Setiap siswa dapat menjadi guru bagi siswa lainnya. Berbagi pengetahuan lewat jejaring sosial dengan sedikit intervensi para pakar dan banyak referensi dari data yang berlimpah. Walau begitu, aspek psikologi, sosiologi dan antropologi maya tidak dapat disingkirkan begitu saja. Strata sosial mungkin terjadi dan begitu pula stereotyping.
Penelitian Creed (2009) mengajukan pentingnya transaksi siklonik dalam Pendidikan secara online, khususnya dalam bidang manajemen. Transaksi siklonik mengambil analogi fenomena meteorologis untuk menjelaskan bagaimana seharusnya pendidikan online dilangsungkan. Analogi siklon memberi umpan balik terus menerus dalam siklon belajar yang terus terbangun.
Analogi siklon mungkin membantu dalam proses belajar mengajar berbantuan guru di internet, namun bagaimana dengan proses belajar mengajar secara horisontal informal dalam forum-forum internet? Dalam hal ini, guru tidak memiliki posisi untuk mengendalikan stereotipe, bias gender, penyimpangan fokus dan berbagai gejala sosiologi maya yang dapat terjadi. Situasi ini sedikit mirip dengan situasi dimana para siswa melakukan belajar kelompok lepas dari pengawasan guru. Perbedaannya terletak pada pengaturan forum yang lebih rapi di dunia internet. Di dunia nyata, para siswa dapat membahas hal yang sepenuhnya berbeda dengan yang seharusnya di bahas dalam sebuah ruangan, katakanlah ruangan laboratorium fisika. Di dunia maya, para partisipan mau tidak mau harus membahas fisika bila berada dalam forum fisika. Jika tidak, pengguna lain, yang ia tidak kenal sama sekali, dapat mengatakannya OOT (Out of Topic) dan menyingkirkannya dari forum.
Secara akademis, belum ada penelitian yang mengungkapkan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi transaksi belajar model ini. Belumlah lagi membangun strategi belajar mengajar dimana seorang guru dapat melakukan intervensi ke dalam forum tanpa mengganggu faktor-faktor pendukung yang ada. Oleh karena itu, untuk mengetahui faktor-faktor ini dibutuhkan sebuah penelitian mendalam sehingga menghasilkan sebuah strategi pengajaran yang mengoptimalisasi penggunaan forum internet oleh peserta didik.
B. Batasan dan Rumusan Masalah
Latar belakang masalah di atas menggambarkan betapa pentingnya memahami dinamika transaksi belajar horisontal di forum internet. Penyelenggaraan pendidikan di masa depan harus sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin membangun eksistensi masyarakat maya, sehingga tercipta kesesuaian antara pendidikan di dunia nyata dan pendidikan di dunia maya. Harapannya tidak akan ada lagi stigma bahwa forum internet hanyalah menjadi ajang membunuh waktu atau tempat untuk menyia-nyiakan waktu belajar yang berharga.
Selanjutnya dari pengetahuan mengenai faktor-faktor tersebut dapat dilakukan pengembangan model strategi belajar mengajar untuk mengoptimalisasi penggunaan forum internet oleh pengguna. Tentu saja optimalisasi ini dicapai semestinya menggunakan parameter-parameter yang telah digariskan oleh Standar Nasional Pendidikan. Dengan demikian, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai : “Model strategi belajar mengajar berbasis Standar Pendidikan Nasional yang bagaimana yang cocok untuk diterapkan dalam situasi belajar horisontal di forum internet?”
Masalah ini semestinya dibatasi untuk kultur Indonesia. Walaupun internet merupakan dunia maya global, namun proses pembentukan masyarakat maya sendiri menyebabkan beberapa lokalisasi, baik atas keinginan elit maya (pembuat situs) ataupun keinginan pengguna internet itu sendiri. Lokalisasi yang paling jelas adalah negara. Pengguna yang berasal dari Indonesia cenderung mengumpul dan membahas masalah dengan sesama pengguna dari Indonesia, relatif terhadap topik yang dibahas. Karenanya masalah ini harusnya dibatasi dalam lingkup geografis yaitu forum Internet Indonesia ataupun yang membatasi untuk wilayah Indonesia saja.
C. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan di atas, dibangun beberapa pertanyaan penelitian yang akan dicari jawabannya dalam disertasi ini:
1. Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam transaksi belajar dalam forum internet di Indonesia?
2. Model strategi belajar mengajar yang bagaimanakah yang sesuai untuk diterapkan dalam konteks transaksi belajar dalam forum internet dengan tetap berpegang pada Standar Pendidikan Nasional?
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan model strategi belajar mengajar yang dikembangkan untuk transaksi belajar dalam forum internet?
4. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi model strategi belajar mengajar dalam forum internet?
D. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penelitian ini adalah menghasilkan model strategi belajar mengajar di forum internet berbasis Standar Nasional Pendidikan.
2. Tujuan Khusus
Berdasarkan tujuan umum dan pertanyaan penelitian, maka tujuan khusus penelitian ini adalah:
a. Memperoleh gambaran faktor-faktor yang berpengaruh dalam transaksi belajar di forum internet Indonesia.
b. Menghasilkan model strategi belajar mengajar yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dan sesuai dengan konteks transaksi belajar di forum internet Indonesia.
c. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan model strategi belajar mengajar yang dikembangkan dalam konteks transaksi belajar di forum internet Indonesia.
d. Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi model strategi belajar mengajar yang dikembangkan dalam konteks transaksi belajar di forum internet Indonesia.
No comments:
Post a Comment