BAB 4
HASIL
A. Pendahuluan
Tujuan penelitian ini adalah membandingkan hasil dari empat implementasi desain penelitian dengan pretes retrospektif : (1) pra-post-then, (2) prapost/then, (3) post-then, dan (4) post/then. Studi ini menganalisa efek interaksi dari sensitivitas prates dan survey post intervensi pada dua ukuran subjektif: (a) ukuran kontrol yang tidak terkait dengan intervensi (UKCtr) dan (b) ukuran eksperimental konsisten dengan intervensi (UKExp). Skala efektivitas dari versi Analisa Perilaku Pemimpin (APP-T) memberi ukuran kinerja secara objektif, yang digunakan untuk memperkirakan validitas data ukuran subjektif.
Bab ini melaporkan hasil penelitian. Bagian Penilaian Data menggariskan hasil dari analisa reliabilitas, validitas dan nilai yang hilang. Bagian Statistik Deskriptif membahas tentang nilai rerata, deviasi standar, normalitas dan kurtosis untuk variabel-variabel kunci. Bagian Asumsi Statistik menjelaskan bagaimana data memenuhi asumsi statistik yang diperlukan berhubungan dengan hipotesis nol penelitian. Bagian Analisa Data membahas hasil pengujian hipotesis nol. Bab ini ditutup dengan bagian Rangkuman.
B. Penilaian Data
Data kunci yang dikumpulkan dari partisipan pelatihan Kepemimpinan Situasional (KS) dinilai reliabilitas, validitas dan nilai yang hilangnya. Reliabilitas data dinilai dengan menghitung koefisien alpha pada kelompok skor yang diamati dengan menerapkan rumus 3.1 pada kelompok skor yang diperoleh. Validitas data dinilai dengan analisa replikasi sebagaimana yang dilakukan oleh Markham et al (1994) dan Hall (2005). Nilai hilang dinilai dengan fungsi nilai hilang pada perangkat lunak SPSS.
1. Reliabilitas Data
Tabel 3 menggariskan koefisien alpha yang dihitung untuk kelompok (a) skor thentest dan postest UKCtr, (b) skor thentest dan postest UKExp, dan (c) skor postest dan thentest APP-T. Perbandingan dengan interval keyakinan 95% sekitar koefisien reliabilitas menunjukkan kalau nilai UKCtr tidak berbeda secara signifikan dari alpha (0.90) yang dilaporkan dalam studi Ajzen (2004). Perbandingan dengan interval keyakinan 95% sekitar koefisien reliabilitas menunjukkan nilai UKExp tidak berbeda secara signifikan dari alpha (0.87) yang dilaporkan dalam studi Ajzen (2004). Perbandingan interval keyakinan 95% sekitar koefisien reliabilitas APP-T menunjukkan kalau nilainya tidak berbeda secara statistik dengan standar minimum 0.70 dari Bandura (1997).
Tabel 3
Perkiraan Reliabilitas Skor
Kelompok | UKCtr | UKExp | APP-T | |||
Then | Post | Then | Post | Pre | Post | |
1. Pre-post-then | 0.584 | 0.577 | 0.873 | 0.846 | 0.615 | 0.667 |
2. Pre-post/then | 0.661 | 0.720 | 0.833 | 0.709 | 0.756 | 0.837 |
3. Post-then | 0.730 | 0.970 | 0.969 | 0.959 | 0.695 | 0.633 |
4. Post/then | 0.815 | 0.641 | 0.837 | 0.742 | 0.806 | 0.655 |
Gabungan semua grup | 0.698 | 0.727 | 0.878 | 0.814 | 0.718 | 0.698 |
2. Validitas Data
a. Validitas data UKCtr
Validitas data tiap kelompok skor UKCtr dinilai dengan membandingkan skor thentest UKCtr antara individual yang memiliki skor tinggi pada Skala Efektivitas APP-T dengan yang memiliki skor rendah. Dengan menggunakan proses yang digunakan oleh studi Markham et al (1994), skor 5 terbawah dinilai rendah dan skor 5 teratas dinilai tertinggi. Pada semua grup, hasilnya (lihat tabel 4) secara umum konsisten dengan temuan dari studi Markham et al, dimana kelompok (rendah vs tinggi) tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik pada skor UKCtr. Walau begitu, saat mempertimbangkan ukuran pengaruh, pengaruh kecil (0.024) ditemukan dalam kelompok 2. Selain itu, dalam kelompok 2, skor thentest UKCtr lebih rendah dari partisipan yang skor APP-T nya lebih tinggi.
Tabel 4
Analisis Varian Antara Skor Thentest UKCtr berdasarkan Grup
Grup | F | Df1 | Df2 | P | E2 | Rendah | Tinggi |
1. Pre-post-then | 0.018 | 1 | 9 | 0.699 | 0.002 | 5.776 | 5.748 |
2. Pre-post/then | 0.075 | 1 | 9 | 0.695 | 0.024 | 5.768 | 5.737 |
3. Post-then | 0.174 | 1 | 9 | 0.859 | 0.016 | 5.840 | 5.837 |
4. Post/then | 0.044 | 1 | 9 | 0.844 | 0.004 | 5.981 | 6.032 |
b. Validitas data UKExp
Validitas data tiap kelompok skor UKExp dinilai dengan mengkorelasikan skor perolehan posttest-thentest dengan ukuran sejenis dari APP-T. Nilai thentest yang dihasilkan dari respon partisipan pada UKExp dikorelasikan dengan skor APP-T. Skor perolehan dari respon postest dan thentest dengan UKExp berkorelasi dengan skor perolehan postest-pretest APP-T. Analisa sebelumnya memungkinkan perbandingan dibuat dengan penemuan dari penelitian Markham et al (1994).
Replikasi penelitian Kickul dan Crick (1998) membuat analisa selanjutnya memungkinkan perbandingan validitas yang akan dibuat antara hasil pengukuran eksperimental yang diturunkan dari desain pretes retrospektif.
Koefisien korelasi yang dihasilkan diubah menjadi perkiraan validitas menggunakan rumus 3.9 (lihat tabel 5). Dengan menerapkan statistik z (lihat rumus 3.8) dengan perkiraan validitas thentest menunjukkan kalau hanya perkiraan validitas untuk kelompok 4 yang berbeda secara signifikan (p=0.063) dari koefisien korelasi yang dihitung dalam studi Markham et al (1994) dimana koefisien korelasi yang dilaporkan antara skor UKExp dan APP-T adalah 0.010.
Tabel 5
Perkiraan validitas skor UKExp
Grup | R thentest | R perolehan postest-thentest |
1. Pre-post-then | 0.225 | 0.128 |
2. Pre-post/then | 0.222 | -0.124 |
3. Post-then | 0.251 | -0.165 |
4. Post/then | -0.306 | -0.246 |
Hanya koefisien validitas perolehan postest-thentest untuk grup 1 yang berada pada arah yang diduga. Dengan menerapkan rumus statistik z (lihat rumus 3.8) pada perkiraan validitas perolehan postest-pretest menunjukkan kalau perkiraan validitas grup 1 dekat dengan berbeda secara statistik dengan grup lain. Perbandingan pairwise antara perkiraan validitas dari grup 1 ke perkiraan validitas dari grup 2,3, dan 4 menghasilkan nilai-p 0.130 (1 vs 2), 0.134 (1 vs 3), dan 0.167 (1 vs 4). Semua perbandingan pairwise lainnya menghasilkan nilai-p yang sama dengan atau lebih dari 0.238.
Rumus 3.7 menentukan reliabilitas skor perolehan menggunakan koefisien validitas perolehan postest thentest. Koefisien reliabilitas untuk empat kelompok skor perolehan post test then test UKExp adalah 0.223, 0.212, 0.315 dan 0.516. Koefisien reliabilitas untuk keempat kelompok skor postest-then thest KS adalah 0.530, 0.526, 0.556 dan 0.614. Dengan menerapkan selang keyakinan 95% disekitar koefisien reliabilitas menunjukkan kalau mayoritas nilai tidak signifikan secara statistik dari standar minimum Bandura (1997) yaitu 0.70. Pengecualian ada pada koefisien UKExp untuk grup 2.
c. Nilai yang hilang
Menggunakan fungsi nilai hilang dalam SPSS, data kunci penelitian ditinjau untuk mencari data yang hilang (lihat tabel 6). Dari 456 nilai (76 partisipan * 3 pengukuran * 2 kegiatan), total 36 (7.89%) hilang. Dari 36 nilai yang hilang, 8 nilai dibuang dengan proses yang didefinisikan oleh Kumar (2009). Skor postest yang hilang dibuang dengan menambahkan delta rata-rata dari skor perolehan, antara dua ukuran berulang untuk grup yang bersangkutan, untuk mencocokkan skor thentest. Skor thentest yang hilang dibuang dengan mengurangi delta rata-rata antara dua pengukuran berulang pada grup yang bersangkutan dari skor postest yang cocok. Skor pretest yang hilang dibuang dengan mengurangkan delta rata-rata skor perolehan, antara dua pengukuran berulang untuk grup yang bersangkutan, dari skor postest yang cocok.
Tabel 6
Analisa nilai yang hilang
Kelompok | UKCtr | UKExp | APP-T | |||
Then | Post | Then | Post | Pre | Post | |
1. Pre-post-then | 0 | 1 | 3 | 2 | 0 | 0 |
2. Pre-post/then | 0 | 1 | 1 | 1 | 2 | 1 |
3. Post-then | 3 | 1 | 2 | 0 | 3 | 2 |
4. Post/then | 3 | 2 | 3 | 1 | 1 | 3 |
28 diperlakukan dengan delesi listwise karena mereka mewakili 14 pasangan nilai yang hilang pada dua peristiwa pengukuran post intervensi. Pada 76 partisipan, 8 gagal menyelesaikan pengukuran postest dan thentest dari UKCtr dan 6 gagal menyelesaikan pengukuran postest dan thentest UKExp. Memfaktorkan pasangan nilai yang hilang, tingkat imputasinya adalah 1.32% untuk APP-T, 4.41% untuk UKCtr dan 3.57% untuk UKExp.
Pemeriksaan scatterplot data kunci penelitian menunjukkan empat pencilan. Dua skor thentest UKCtr, 1 skor postest UKCtr dan 1 skor postest UKExp yang jauh secara numerik dari data lainnya. Pencilan diperlakukan sebagai data yang hilang dan diberikan imputasi, sebagaimana disarankan oleh Kuratka dan Jha (2009). Dengan menambah nilai pencilan, laju imputasi UKCtr dan UKExp naik ke 6.62% dan 5.00%.
C. Statistik Deskriptif
Dataset yang dihasilkan dari analisa nilai hilang diproses menggunakan SPSS 14.0. Pengukuran yang dianalisa dalam studi ini cenderung memuntir negatif dan bersebaran normal. Tabel 7 menunjukkan statistik deskriptif variabel kunci penelitian dengan mempertimbangkan semua grup desain penelitian secara kolektif.
Tabel 7
Statistik deskriptif variabel penelitian
Saat pengukuran | N | M | SD | Skewness | Kurtosis | |
APP-T | Postest | 76 | 68.572 | 9.191 | -0.082 | 0.756 |
Pretest | 76 | 63.245 | 7.415 | -0.482 | 0.002 | |
UKCtr | Postest | 68 | 6.098 | 0.819 | -0.748 | -0.503 |
Thentest | 68 | 5.654 | 0.642 | -0.627 | -0.273 | |
UKExp | Postest | 70 | 5.357 | 0.523 | -0.379 | 0.195 |
Thentest | 70 | 5.493 | 0.577 | -0.037 | 0.841 | |
D. Asumsi Statistik
Sebelum melakukan prosedur statistik untuk menjawab pertanyaan penelitian, data dianalisa untuk menentukan tingkat kesesuaian dengan asumsi statistik yang bersesuaian.
Asumsi statistik yang sesuai dengan pertanyaan penelitian 1 dan 2 adalah normalitas, kesamaan matriks kovarian, homogenitas varian, independensi subjek dan sferisitas.
1. Pertanyaan Penelitian 1
Pertanyaan penelitian 1 menanyakan apakah ada perbedaan statistik dan praktis antara hasil pengukuran dari respon partisipan pelatihan KS pada pengukuran kontrol, UKCtr. Asumsi normalitas skor UKCtr diuji dengan memeriksa nilai kurtosis. Seperti ditunjukkan tabel 7, nilai kurtosis skor UKCtr postest dan thentest semua berada dalam jangkauan plus minus 1. Menggunakan pintasan yang dibuat oleh Sigh (2009) dari p<0.001, hasil dari tes Box M (F (9, 64262) = 1.825, p = 0.042) menunjukkan kalau asumsi kesamaan matriks kovarian dipenuhi. Hasil dari dua tes Levene terpisah menunjukkan kalau skor postest dan thentest UKCtr memenuhi homogentias asumsi varian (lihat tabel 8).
Tabel 8
Hasil Uji Levene – varian skor antar grup UKCtr
Pelaksanaan | F | Df1 | Df2 | P |
Postest | 1.844 | 3 | 64 | 0.153 |
Thentest | 2.498 | 3 | 64 | 0.145 |
No comments:
Post a Comment